Contoh Pidato Resmi: Sambutan Menteri Agama RI Pada Pembukaan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara Tahun 2009

Apa kabar rekan-rekan, Senang sekali bisa berjumpa lagi. Pada kesempatan kali ini, alhamdulillah barusan kami mendapatkan arsip contoh pidato menteri Agama RI saat acara pembukaan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara pada Tahun 2009. Semoga contoh pidato ini bisa menjadi referensi arekan-rekan semua. Selamat menyimak.

SAMBUTAN MENTERI AGAMA RI
PADA PEMBUKAAN PERKEMAHAN
PRAMUKA SANTRI NUSANTARA 2009

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Yth. Bapak Presiden Republik Indonesia beserta Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono;
Yang Mulia Para Duta Besar Negara-Negara Sahabat;
Yth. Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu;
Yth. Para Pimpinan Lembaga Tinggi Negara;
Yth. Para Gubernur se-Indonesia;
Yth. Para Kyai/Tokoh Pendidikan Islam;


Hadirin dan Hadirat yang berbahagia,
Pertama-tama, marilah kita memanjatkan rasa syukur ke hadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga pada hari yang berbahagia ini kita dapat bersama-sama menghadiri Upacara Pembukaan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara 2009 di Bumi Perkemahan Letjen (Purn) DR. (HC) H. Mashudi, Sumedang, Prov. Jawa Barat. Selanjutnya, shalawat serta salam marilah kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah memberikan suritauladan berakhlakul karimah.

Bapak Presiden, Hadirin dan Hadirat yang berbahagia,
Pada hari ini kita menyaksikan, bahwa santri telah berkembang selaras dengan dinamika yang terarah dalam kerangka fungsionalisasi dan refungsionalisasi pendidikan pesantren sebagai salah satu pusat pembangunan masyarakat secara keseluruhan. Dengan kedudukan dan fungsinya yang khas, pondok pesantren menjadi alternatif wahana pembangunan yang berpusat pada masyarakat dan sekaligus sebagai pusat pengembangan yang berorientasi pada nilai, terutama nilai-nilai keagamaan.

Respon pondok pesantren terhadap upaya pembaharuan pendidikan keagamaan Islam dan perubahan sosial ekonomi masyarakat Indonesia, adalah menjadikan pendidikan di pondok pesantren sebagai pusat pengembangan yang meliputi berbagai materi yang bersifat umum dan vocational, disamping menyempurnakan metodologi, dan kelembagaannya.

Secara bertahap, pondok pesantren melakukan penyesuaian dalam berbagai aspek untuk menemukan pola yang tepat guna menghadapi modernisasi dan perubahan sosial. Semua itu dilakukan pondok pesantren tanpa mengorbankan ciri dan jati dirinya sebagai lembaga pendidikan Islam. Pondok pesantren dapat bertahan dan berkembang bukan hanya karena kemampuannya melakukan adjustment dan readjustment, tetapi juga karena karakter eksistensialnya.

Perhatian umat kepada pondok pesantren dewasa ini cenderung semakin meningkat. Tidak sedikit keluarga yang mengalami keterbelakangan dan krisis sosial keagamaan memandang pondok pesantren sebagai alternatif terbaik untuk menyelamatkan keluarga mereka. Oleh karena itu, tidak mengherankan bila pondok pesantren juga berperan sebagai pusat rehabilitasi sosial keagamaan.

Untuk menjalankan peran besar tersebut, santri perlu terus dikembangkan dan diberdayakan agar ia semakin besar memegang peranan sosialnya. Peran dimaksud antara lain dalam penguatan di bidang kepramukaan. Sebagai wadah pendidikan luar sekolah dan luar keluarga, gerakan pramuka memiliki banyak kegiatan positif bagi pembinaan kaum santri. Pendidikan non-formal yang menjadi ciri utama pendidikan kepramukaan, berperan besar sebagai komplemen dan suplemen pendidikan yang dilaksanakan di pondok pesantren.

Bapak Presiden, Hadirin dan Hadirat yang terhormat,
Dalam kaitan ini, Perkemahan Pramuka Santri Nusantara 2009 merupakan salah satu momentum penting bagi santri untuk menampilkan (mengekspose) peran-peran tersebut. Bentuk ekspose yang diperankan antara lain: Pertama, parade barisan semapore terpanjang yang mengandung pesan-pesan santri tentang pentingnya meneguhkan komitmen membangun nilai-nilai nasionalisme, patriotisme, persatuan, perdamaian, dan humanitas.

Kedua, ekspose kemampuan dan ketrampilan yang merupakan cerminan dinamika keseharian santri di pondok pesantren. Penguatan ekspose hasil karya santri di bidang sains dan teknologi tersebut diharapkan dapat meningkatkan etos kerja yang tinggi di kalangan santri, namun tetap hidup sederhana.

Ketiga, ekspose hasil karya santri di bidang seni dan budaya berciri khas daerah masing-masing yang bernuansa Islami. Ajang ekspose ini selain dapat meningkatkan kehalusan budi, kematangan emosi, dan olah pikir, juga dapat meningkatkan rasa ukhuwah, solidaritas sosial, dan kerjasama sesama santri dalam menopang kehidupan berbangsa dan bernegara.

Keempat, penanaman pohon pada taman "Bhinneka Tunggal Ika", yaitu berupa penanaman pohon khas masing-masing daerah dalam satu lokasi. Ini mengandung pesan santri akan pentingnya penanaman nilai-nilai keragaman dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia bagi seluruh komponen bangsa.

Bentuk-bentuk ekspose tersebut dikemas sedemikian rupa untuk memberi manfaat bagi individu santri antara lain: meningkatnya kreativitas santri, kesadaran bela negara santri, pengetahuan, keterampilan, komitmen untuk terus berprestasi dalam segala aspek, serta semakin kokohnya nilai-nilai akhlakul karimah tradisi pesantren.

Bagi masyarakat lokal, perkemahan pramuka santri dikemas untuk memberikan manfaat meningkatnya kemandirian, sarana dan prasarana, perekonomian, jiwa wirausaha, kerjasama, serta popularitas khasanah budaya lokal provinsi Jawa Barat dan pondok pesantren di sekitar bumi perkemahan.

Selain itu, perkemahan pramuka santri juga dirancang agar mampu memberikan sumbangsih bagi kepentingan nasional, diantaranya adalah meningkatkan nasionalisme dan patriotisme seluruh komponen bangsa. Peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pondok pesantren merupakan bagian integral dari sistem pendidikan nasional. Menguatnya komitmen pemerintah terhadap program peningkatan kualitas pendidikan pesantren, akan semakin menguatkan gerakan revitalisasi gerakan pramuka di lingkungan lembaga pendidikan pesantren.

Untuk memberi manfaat bagi Dunia Internasional, Perkemahan Pramuka Santri Nusantara 2009 dikemas sebagai wahana sosialisasi pada dunia internasional, bahwa sistem pendidikan pesantren mengedepankan nilai-nilai akhlakul karimah, kemandirian, demokrasi, humanitas, ramah lingkungan, dan cinta perdamaian dunia.

Bapak Presiden, Hadirin dan Hadirat yang saya hormati,
Pada kesempatan yang baik ini kami laporkan kepada Bapak Presiden bahwa Perkemahan Pramuka Santri Nusantara 2009 berlangsung dari tanggal 15-20 Juni 2009, dan diikuti oleh sekitar 5000 santri ditambah 1000-an orang dari unsur Pinkonda (Pimpinan Kontingen Daerah), Bindamping (Pembina dan Pendamping), dan penggembira dari masing-masing kontingen se-Indonesia.

Akhirnya, dengan segala kerendahan hati, mohon kiranya Bapak Presiden berkenan memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Perkemahan Pramuka Santri Nusantara 2009.
Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak atas perhatian dan partisipasinya, sehingga Perkemahan Pramuka Santri Nusantara 2009 dapat terselenggara dengan baik.
Semoga Allah SWT selalu memberikan perlindungan dan bimbingan serta kekuatan kepada kita semua. Amin.

Waffaqanallahu waiyyakum.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Sumedang, Juni 2009
Menteri Agama RI
ttd
Muhammad M. Basyuni

0 Response to "Contoh Pidato Resmi: Sambutan Menteri Agama RI Pada Pembukaan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara Tahun 2009"